Publikasi Nasional

Pilihan Judul: 1. Sentul Menggugat: Bisnis Lendir SM Massage ‘Injak-Injak’ Marwah Tanah Para Kiai di Babakan Madang. 2. ​Tamparan Keras bagi Babakan Madang: Pijat Plus-Plus SM Sentul Mekar di Tengah Sejuknya Kota Santri. 3. ​Ironi Bumi Ulama: SM Sentul Massage Nodai Identitas Religius Bogor di Bawah Hidung Aparat. 4. Siapa di Balik SM Sentul Massage? Bisnis Syahwat yang ‘Kebal Hukum’ di Jantung Babakan Madang. 5. ​Mosi Tidak Percaya Warga: Satpol PP Mandul, SM Sentul Massage Melenggang Bebas Jajakan Maksiat. 6. ​Skandal Pembiaran: SM Sentul Massage Diduga ‘Main Mata’ dengan Oknum, Warga Desak Penutupan Permanen! 7. Investigasi: Kedok Pijat Tradisional SM Sentul, Sarang Prostitusi Terorganisir yang Tak Tersentuh. 8. ​Babakan Madang Membara! Warga Ancam Turun Ke Jalan Jika SM Sentul Massage Tak Segera Disegel. 9. ​Bisnis Syahwat Berkedok Kebugaran: SM Sentul Massage Tantang Moralitas dan Hukum di Bogor. 10. Investigasi: SM Sentul Massage Kebal Hukum, Bisnis Lendir Berkedok Pijat Nodai Marwah Religius Babakan Madang BOGOR, Minggu, 12 April 2026– Kecaman publik memuncak di wilayah Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Di balik kemegahan kawasan Sentul, praktik prostitusi terselubung bermodus panti pijat stay Massage kian menjamur. Salah satu yang paling santer disorot adalah SM Sentul Massage, yang diduga kuat menjalankan bisnis “pijat plus-plus” secara terang-terangan tanpa tersentuh aparat penegak hukum. ​Ketimpangan ini menciptakan ironi yang menyakitkan bagi warga lokal. Pasalnya, Babakan Madang dikenal sebagai lumbung tokoh agama dan ulama besar yang sangat dihormati. Keberadaan praktik maksiat yang hanya berjarak sepelemparan batu dari pusat-pusat pendidikan agama ini dianggap sebagai tamparan keras bagi moralitas wilayah tersebut. ​Modus “Pijat Tradisional” yang Terorganisir. ​Berdasarkan penelusuran di lapangan, SM Sentul Massage menggunakan kedok jasa kebugaran untuk menutupi aktivitas transaksi seksual di dalam kamar-kamar tertutup. Minimnya pengawasan dari Satpol PP maupun kepolisian setempat memicu dugaan adanya “main mata” atau pembiaran yang terstruktur, sehingga usaha ini tetap melenggang bebas meski keresahan warga sudah mencapai titik didih. ​Suara Perlawanan Warga: “Jangan Jual Harga Diri Kami!” ​Keresahan ini disuarakan dengan lantang oleh Salah satu warga, salah satu tokoh pemuda sekaligus warga asli Babakan Madang yang mengamati degradasi moral di lingkungannya. ​”Kami merasa dikhianati. Babakan Madang ini tanah para kiai, tempat orang menimba ilmu agama. Tapi sekarang, nama baik wilayah kami tercoreng karena bisnis lendir seperti SM Sentul Massage. Mereka beroperasi seolah-olah kebal hukum. Apakah aparat menunggu rakyat yang bergerak sendiri menyisir tempat-tempat itu? Kami mengecam keras pembiaran ini. Jangan sampai nafsu bisnis segelintir orang mengorbankan marwah religius yang kami jaga turun-temurun!” Ujarnya. ​Tuntutan Penutupan Permanen ​Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor dan aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret: ​Sidak dan Penertiban: Melakukan pemeriksaan mendalam terhadap izin operasional SM Sentul Massage. ​Penutupan Permanen: Jika terbukti menyediakan layanan prostitusi, tempat tersebut harus disegel secara permanen tanpa negosiasi. ​Evaluasi Aparat: Mempertanyakan kinerja aparat tingkat kecamatan yang membiarkan praktik ini berlangsung bertahun-tahun di bawah hidung mereka. ​Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SM Sentul Massage belum memberikan klarifikasi resmi, Sementara pihak berwenang setempat terkesan masih menutup mata atas praktik ilegal yang merusak citra kawasan Sentul tersebut. (Red)

Kadis PU Bogor “Alergi” Wartawan, Dugaan Kongkalikong Proyek dan Kontraktor Mencuat.