Diduga Ada Kejanggalan, Proyek Kantor Lurah Pasar Tanjung Enim Senilai Rp385 Juta Belum Kelar Meski Dana Telah Dicairkan

Peristiwa677 Dilihat

PUBLIKASI NASIOANAL || Muara Enim – Proyek pembangunan Kantor Lurah Pasar Tanjung Enim di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, yang menyerap anggaran sebesar Rp385 juta, menyisakan sejumlah pertanyaan dan kejanggalan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Air Bom ini dilaporkan belum juga selesai setelah dua bulan berjalan, meski dana untuk pekerjaan tersebut disebut-sebut telah dicairkan.

Berdasarkan laporan warga dan perangkat Kelurahan Tanjung Enim, pekerjaan sempat terbengkalai dengan tukang pertama kabur dan sejumlah karyawan tidak digaji. Pekerjaan kini dilanjutkan oleh tukang baru. “La dua bulan ini, dijawab tukang yang tempo hari sudah kabur dan karyawannya ada yang tidak digaji. Kl sekarang tukangnya baru galo, alhamdulillah la keliatan bagus,” ungkap salah seorang sumber.

Saat dikonfirmasi, tukang yang saat ini bekerja mengaku mereka adalah tenaga baru. “Kami baru begawe, neruskan bae gawean uwong. Kami di bayar harian dan lihatlah gawean kami hampir selesai, melapon sudah, ngeramik sudah, tinggal sebentar lagi kelar,” kata salah seorang pekerja.

Namun, beberapa keanehan mencuat dalam pelaksanaan proyek ini. Menurut informasi dari pekerja di kecamatan, terdapat beberapa poin yang meragukan:

1. Papan proyek baru dipasang belakangan, padahal pekerjaan telah berjalan sekitar sebulan.
2. Penggantian kepala tukang dan seluruh pekerja, dimana tukang sebelumnya tidak mampu menggaji karyawannya.
3. Ada indikasi tembok lama yang tidak dihancurkan, hanya ditimpa dengan semen baru.
4. Pencairan dana diduga telah dilakukan meski pekerjaan belum selesai atau mencapai progress hold (PHO). “Sudah cair pul, tapi di lihat pekeejaannya belum kelar, kok aneh bisa cair pekeejaan blm pho atau kelar di kerjakan bisa nagih pul,” tanya sumber.

Saat ditanya siapa yang mendapatkan pekerjaan ini, pekerja dan pegawai kelurahan menyebut nama Satria, Kadus Tegarejo, yang merupakan pemilik CV Air Bom. “Ini punya Satria Kadus Tegarejo yang punya CV Air Bom,” ungkapnya.

Konfirmasi ke Pelaksana Proyek dan Pejabat

Saat dikonfirmasi mengenai pencairan dana, Satria membenarkan dan mengalihkan pembicaraan. “Iya kak, duit itu nak di puter ke dulu sebelum tahun baru, dan aku beneri alat vc aku rusak,” ujarnya.

Kejanggalan ini menimbulkan desakan agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) meninjau ulang pelaksanaan pekerjaan. “Ini seharusnya pihak PPK di tinjau ulang… sepertinya ada kejanggalan ada beton lama yang tidak di hancurkan tapi di timpa lagi dengan semen yang baru,” demikian kritik yang muncul.

Upaya konfirmasi ke PJ Camat Lawang Kidul, Yuda, tidak membuahkan hasil. Saat dikunjungi, Yuda tidak ada di tempat. Konfirmasi via WhatsApp mengenai pekerjaan yang telah cair namun belum selesai hanya dibalas dengan ucapan “Siap” dari PJ Camat. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada informasi tambahan yang diberikan oleh PJ Camat Lawang Kidul.

Proyek yang didanai APBD ini pun menunggu klarifikasi dan tindak lanjut resmi dari pihak berwenang, terutama mengenai mekanisme pembayaran dan kualitas pelaksanaan pekerjaan yang dipertanyakan masyarakat.

 

Hermidi
( Ketua DPC PPWI Muara Enim )