Publikasi Nasional -Bogor Suasana dan penuh kebanggaan menyelimuti Masjid Cahaya Qur’an Jannatun, Kampung Lengkong, Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal,dalam nuansa keislaman yang penuh khidmat,digelar dalam acara Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan ke-1 yang diikuti para santri yang telah berhasil menghafal Al-Qur’an dari berbagai jenjang.Sabtu 05/07/2025.

Acara bertepatan dengan tanggal 08 Muharram 1447 Hijriah ini dihadiri oleh Kepala Desa Nambo,Camat Klpanunggal dan berbagai guru ustd,ustadzah,serta para tokoh masyarakat, wali santri,juga pengurus yayasan dan pondok pesantren. Ketua Yayasan Rumah Cahaya Qur’an Indonesia (RCQI), Dr. Hj. Uci Nasution, MM, turut hadir langsung dalam acara tersebut.Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara perdana wisuda tahfidz ini serta mengapresiasi semangat para santri dalam menghafal Al-Qur’an.
“Ini adalah momen bersejarah bagi kita semua, khususnya bagi anak-anak kita yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menghafal Kalamullah. Semoga ilmu yang mereka peroleh menjadi cahaya dalam hidup dan pembuka pintu kebaikan di dunia dan akhirat,” ujar Dr. Hj. Uci Nasution, MM.
Lebih lanjut Kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan dalam membangun generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlakul karimah, dan berjiwa sosial tinggi. Selain wisuda, dalam acara ini juga dibuka kesempatan untuk donasi, zakat, infak, serta sedekah untuk mendukung program orang tua asuh bagi para santri yatim dan dhuafa yang hampir sebanyak kurang lebih 34 santri.
Dengan semangat kebersamaan dan cinta Al-Qur’an, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Yayasan RCQI dalam melahirkan generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman dengan iman dan ilmu.
Selain itu Pondok pesantren ini khusus anak yatim dan kaum dhuafa,anak yang masuk harus yatim dan dibuktikan dengan SKTM karna agar bisa membantu program pemerintahan juga dengan kasih sayang penuh rasa cinta seperti fasilitas yang sudah diberikan dan dibantu,oleh para dunatur dalam hal nya program seperti cek kesehatan yang setiap enam bulan sekali dilakukan untuk para santrinya.
Berharap dengan kegiatan ini nantinya dari angkatan berikutnyapun para santri bisa lebih baik dari sekarang dan juga untuk pemerintah daerah pun bisa membantu dalam segi fasilitas pesantren ini yang jaraknya hampir dekat sungai, karena walaupun sudah diturab oleh pihak perusahaan setempat ketika air sungai meluap sering terjadi banjir dan lebih baik lagi berharap dari pemerintahan daerah membangunkan turab juga untuk pasilitas umum agar anak-anak nantinya merasa tenang disaat belajar.”Tutupnya./man








